Laporan dari Moskow
Hatta Minta
Garuda Buka Penerbangan Langsung ke Rusia
Wahyu
Daniel - detikfinance
Selasa, 26/06/2012
13:37 WIB
Klipping detikfinance

Moskow - Demi meningkatkan kerjasama bilateral
khususnya di bidang pariwisata, Pemerintah Indonesia ingin ada maskapai Indonesia
yang membuka rute penerbangan langsung (direct flight) ke Rusia.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, tahun ini harus sudah bisa diwujudkan pembukaan rute penerbangan langsung oleh maskapai dalam negeri. Hatta ingin PT Garuda Indonesia sebagai maskapai milik negara mewujudkan rencana ini.
"Tahun ini sudah harus bisa kita wujudkan. Garuda harus kita dorong. Memang harusnya itu maskapai milik negara, tapi kalau tidak bisa, kita akan cari maskapai lain," jelas Hatta kepada detikFinance di President Hotel, Moskow, Senin malam (25/6/2012).
Dikatakan Hatta, penerbangan langsung ini bisa meningkatkan jumlah kunjungan turis dari Rusia ke Indonesia. Otomatis sektor pariwisata akan lebih maju.
Secara terpisah, Koordinator Fungsi Penerangan dan Pendidikan KBRI Moskow M. Aji Surya mengatakan, sejak ditandatanganinya Air Service Agreement antara Indonesia dan Rusia pada Maret 2011 lalu, belum ada realisasi penerbangan langsung Indonesia-Rusia dan juga sebaliknya sampai saat ini.
"Saat ini yang ada hanya penerbangan langsung lewat pesawat sewaaan dari Rusia ke Indonesia. Tapikan ongkosnya jadi mahal. Sementara kalau ada penerbangan reguler langsung, maka ongkosnya akan lebih murah. Kita harus mendorong agar ada penerbangan langsung ini. Karena multiplier effect-nya bagi Indonesia sangat besar untuk sektor pariwisata dan perdagangan," jelas Aji kepada detikFinance.
Aji mengatakan, potensi pariwisata dari penerbangan langsung ini sangat besar mengingat jumlah turis asal Rusia yang ingin berkunjung ke Indonesia banyak, namun karena tak ada penerbangan langsung, Indonesia dianggap 'negara jauh'.
"Rata-rata jumlah turis Rusia yang berkunjung ke Indonesia ada 100 ribu orang per tahun, semantara yang ke Thailand bisa mencapai 300 ribu, ke Mesir bisa jutaan karena penerbangan langsung dan singkat waktunya," kata Aji.
Saat ini wisatawan Rusia mencapai Indonesia dengan menggunakan penerbangan reguler harus melalui Singapura, Doha, Dubai, Abu Dhabi, Frankfurt, atau Amesterdam. Waktu tempuh perjalanan pun cukup panjang, bisa sampai 16 jam.
"Penerbangan melalui Qatar dan Dubai perlu 16 jam sampai 17 jam, kalau hanya di Singapura hanya 14 jam, kalau ada direct flight bisa dipangkas menjadi 10,5 jam. Penerbangan langsung akan mematahkan stigma bahwa Indonesia itu Jauh, dan Indonesia itu bukan hanya Bali," tutur Aji.
Sektor perdagangan juga diyakini bakal meningkat apabila penerbangan langsung ini bisa direalisasikan. Menurut Aji, buah-buah tropis seperti di Indonesia menjadi idola orang-orang Rusia. Namun langka karena tidak ada penerbangan langsung, dan buah-buahan ini rentan busuk.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, tahun ini harus sudah bisa diwujudkan pembukaan rute penerbangan langsung oleh maskapai dalam negeri. Hatta ingin PT Garuda Indonesia sebagai maskapai milik negara mewujudkan rencana ini.
"Tahun ini sudah harus bisa kita wujudkan. Garuda harus kita dorong. Memang harusnya itu maskapai milik negara, tapi kalau tidak bisa, kita akan cari maskapai lain," jelas Hatta kepada detikFinance di President Hotel, Moskow, Senin malam (25/6/2012).
Dikatakan Hatta, penerbangan langsung ini bisa meningkatkan jumlah kunjungan turis dari Rusia ke Indonesia. Otomatis sektor pariwisata akan lebih maju.
Secara terpisah, Koordinator Fungsi Penerangan dan Pendidikan KBRI Moskow M. Aji Surya mengatakan, sejak ditandatanganinya Air Service Agreement antara Indonesia dan Rusia pada Maret 2011 lalu, belum ada realisasi penerbangan langsung Indonesia-Rusia dan juga sebaliknya sampai saat ini.
"Saat ini yang ada hanya penerbangan langsung lewat pesawat sewaaan dari Rusia ke Indonesia. Tapikan ongkosnya jadi mahal. Sementara kalau ada penerbangan reguler langsung, maka ongkosnya akan lebih murah. Kita harus mendorong agar ada penerbangan langsung ini. Karena multiplier effect-nya bagi Indonesia sangat besar untuk sektor pariwisata dan perdagangan," jelas Aji kepada detikFinance.
Aji mengatakan, potensi pariwisata dari penerbangan langsung ini sangat besar mengingat jumlah turis asal Rusia yang ingin berkunjung ke Indonesia banyak, namun karena tak ada penerbangan langsung, Indonesia dianggap 'negara jauh'.
"Rata-rata jumlah turis Rusia yang berkunjung ke Indonesia ada 100 ribu orang per tahun, semantara yang ke Thailand bisa mencapai 300 ribu, ke Mesir bisa jutaan karena penerbangan langsung dan singkat waktunya," kata Aji.
Saat ini wisatawan Rusia mencapai Indonesia dengan menggunakan penerbangan reguler harus melalui Singapura, Doha, Dubai, Abu Dhabi, Frankfurt, atau Amesterdam. Waktu tempuh perjalanan pun cukup panjang, bisa sampai 16 jam.
"Penerbangan melalui Qatar dan Dubai perlu 16 jam sampai 17 jam, kalau hanya di Singapura hanya 14 jam, kalau ada direct flight bisa dipangkas menjadi 10,5 jam. Penerbangan langsung akan mematahkan stigma bahwa Indonesia itu Jauh, dan Indonesia itu bukan hanya Bali," tutur Aji.
Sektor perdagangan juga diyakini bakal meningkat apabila penerbangan langsung ini bisa direalisasikan. Menurut Aji, buah-buah tropis seperti di Indonesia menjadi idola orang-orang Rusia. Namun langka karena tidak ada penerbangan langsung, dan buah-buahan ini rentan busuk.
No comments:
Post a Comment